Mendaki Gunung Bawakaraeng Disekitar Camping Ground

Kampung Lembana ada di lereng Gunung Bawakaraeng dan menjadi salah satu akses menuju puncak gunung tersebut. Lebih tepatnya, kawasan Lembanna ada di Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Dari puncak Malino, kampung ini berjarak sekitar 10 km dan bisa ditempuh selama kurang lebih 2 jam perjalanan dari Makassar. Karena tidak ada akses transportasi slot terbaru umum dari Makassar menuju Lembanna, maka anda sebaiknya membawa kendaraan pribadi atau menyewa terlebih dahulu di kota. Kemudian arahkan kendaraan menuju ke arah selatan. Akses jalan sudah cukup bagus meskipun tidak terlalu mulus.

Dan untuk sampai ke Desa Lembanna yang ada di lereng gunung, anda akan melewati banyak pepohonan lebar dan beberapa sungai kecil. Bagi yang ingin melanjutkan perjalanan sampai ke puncak, maka anda harus melalui dua puncak yang terdiri atas 10 pos terlebih dahulu.

Harga Tiket Wisata

Berlibur ke Kampung Lembanna tidak menetapkan tiket masuk khusus. Namun anda yang ingin berkemah di Kawasan Pinus Lembanna harus membayar sekitar Rp. 10.000-Rp. 20.000. Tarif tersebut belum termasuk sewa peralatan camping, biaya sewanya sendiri tergantung peralatan apa saja yang anda butuhkan. Lain lagi jika anda memilih untuk bermalam di rumah warga. Perlu diketahui bahwa warga di sini memang menawarkan rumahnya sebagai tempat bermalam bagi wisatawan. Mereka bahkan menawarkan jasa menjadi guide. Untuk tarifnya menyesuaikan dan bisa dinegosiasikan langsung dengan warga terkait.

Kegiatan Gunung Bawakaraeng

1. Mendaki Gunung Bawakaraeng
Bagi anda yang suka mendaki, setelah singgah di Kampung Lembanna bisa melanjutkan perjalanan mendaki puncak Gunung Bawakaraeng. Ada 10 pos yang harus dilewati untuk mencapai puncaknya. Perjalanan akan dimulai dengan menyusuri hutan pinus, kemudian anda bisa menemukan pos 1 yang ada di ketinggian 1.719 mdpl dan pos 2 di ketinggian 1.810 mdpl.

Pos 2 merupakan lokasi paling ideal untuk mendirikan tenda karena terdapat sumber air. Selanjutnya jalur menuju pos 3 dihiasi oleh pohon perdu, sampai anda sampai di pos pada ketinggian 1.835 mdpl. Jalannya kemudian semakin menanjak ke pos 4 dan 5, dimana para pendaki biasanya akan beristirahat di pos 5 karena dekat dengan sumber air.

Melanjutkan perjalanan, anda akan bertemu dengan jalur yang dipenuhi oleh batu serta pohon besar menuju pos 6 dan 7. Lembah Ramma hingga awan yang terasa sangat dekat bisa dilihat di pos ini. Sementara jalan menuju pos 8 menyusuri pinggiran jurang sehingga anda perlu berhati-hati. Pos ini adalah area terakhir untuk beristirahat sebelum mencapai puncak.

2. Menginap di Rumah Warga
Jika tidak ingin mendaki sampai puncak ataupun camping, anda bisa tidur di tempat yang lebih nyaman dengan cara menginap di rumah warga. Bahkan menginap di tengah suasana perkampungan seperti ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga kota. Rumah-rumah di sini terlihat sederhana dan didominasi oleh material kayu, sehingga kesannya lebih alami.

Biasanya wisatawan akan dijamu dengan makanan yang disajikan dalam satu penampang sehingga kebersamaannya sangat terasa, sangat cocok jika anda datang bersama keluarga atau teman. Pemilik rumah selaku guide nantinya bisa mengajak anda melihat lebih dekat kegiatan warga sehari-hari.

3. Melihat Ritual Haji Bawakaraeng
Warga yang tinggal di sekitar Gunung Bawakaraeng, termasuk warga Kampung Lembanna, dikenal dengan ritual Haji Bawakaraeng. Apa itu ? Ini adalah ritual bagi masyarakat yang tidak dapat menunaikan haji ke Mekkah. Jadi mereka akan membawa pragmatic play sesajen seperti daun sirih, pinang, gula merah, dan kelapa pada saat salat Idul Adha di gunung.